Author: Zack Ryan

Bagaimana Mengubah Duri Tulang Ikan Bandeng Menjadi Abon

Bagaimana Mengubah Duri Tulang Ikan Bandeng Menjadi Abon – Duri tulang ikan bandeng selama ini sering dibuang dan tidak bermanfaat. Namun di tangan Abdul Hakim, pengusaha ikan bandeng di Desa Leran, Manyar, Gresik, Jawa Timur, limbah duri ikan bandeng dapat diolah menjadi abon.

Abdul Hakim berinovasi memproduksi abon berbahan baku duri tulang bandeng. Selain untuk camilan, abon itu juga sangat cocok dikomsumsi masyarakat karena mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi dan baik untuk pertumbuhan tulang.

Ini membuat abon duri tulang bandeng produksi Abdul Hakim mulai banyak diminati warga. Hasil produknya juga mulai merambah ke sejumlahpasar di berbagai kota di Jatim.

Cara pembuatannya cukup sederhana. Duri-duri tulang ikan bandeng yang sudah tercabut dari tubuh ikan dikukus dalam sebuah panci selama setengah jam. Hal ini untuk melunakkan durinya. Duri-duri yang telah dikukus selanjutnya dihaluskan dengan blender.

Setelah dihaluskan kemudian dicampur dengan bumbu dari berbagai rempah seperti cabai merah, bawang putih, merica, daun jeruk, dan bumbu lainnya. Selanjutnya disangrai hingga jadilah abon duri ikan bandeng siap saji.

Menurut Suparno, penikmat abon, abon duri tulang bandeng terasa sangat gurih. Tak kalah dengan abon yang terbuat dari daging. Bau amis ikan bandeng sama sekali hilang dalam abon duri ini.

Berkat inovasinya, Abdul Hakim kebanjiran pesanan. Namun sayang ia belum memiliki alat penghalus duri berkapasitas besar sehingga pesanan konsumen tidak bisa dipenuhi tepat waktu. Untuk setiap bungkus abon dengan ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp 9.000.

Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara

Berita Perikanan – Produksi Budidaya Ikan Nila Sumatera Utara Mencapai 60 Ribu Ton – Budidaya ikan nila sangat potensial dikembangkan di Sumut, oleh karena itu, sejak tiga tahun terakhir produksi ikan Nila dari Sumatra Utara dapat mencapai 60ribu ton setiap tahunnya.

Keadaan ini juga menjadikan Sumut termasuk penyumbang ekspor terbesar ikan Nila ke-5 di Indonesia terhadap pasar Amerika.

Robert Napitupulu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatra Utara, menguraikan budidaya ikan Nila bisa ditemui disemua kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

“Budidaya ikan Nila tersebut bisa ditemukan dalam skala besar maupun skala kecil yakni skala rumahan. Sedangkan untuk skala besar hanya berada di beberapa kabupaten saja, di antaranya Tobasa, Samosir dan Simalungun,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Selain diproduksi oleh masyarakat Sumut sendiri, paling besar produksi ikan Nila juga dihasilkan oleh perusahaan Aqua Farm yang ada di Sumut yang secara khusus membudidayakan ikan Nila jenis unggul dan hanya dipasarkan di Amerika.

“Dari Aqua Farm saja bisa menyumbangkan ikan Nila sebesar 35 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Robert juga menyampaikan, untuk terus mendorong pertumbuhan produksi ikan Nila dan produksi ikan lainnya, tidak kurang dari 60% anggaran dikucurkan untuk pakan ikan. Kebutuhan yang besar pada pakan ikan tersebut untuk memompa pertumbuhan ikan lebih besar.

Ikan Kerapu

Budidaya Ikan – Kerapu – Kerapu adalah salah satu jenis ikan laut yang termasuk ke dalam beberapa genus dari subfamili Epinephelinae, famili Serranidae, ordo Perciformes. Ikan kerapu termasuk ke dalam jenis ikan karang.

 

Tidak semua jenis ikan yang termasuk serranidae disebut kerapu; karena keluarga ikan sea bass juga termasuk di dalamnya. Secara umum nama kerapu biasanya diberikan untuk ikan-ikan yang termasuk ke dalam dua genus besar, yaitu: Epinephelus dan Mycteroperca. Selain itu, beberapa spesies yang tergolong ke dalam genus-genus kecil, seperti Anyperidon, Cromileptes, Dermatolepis, Gracila, Saloptia dan Triso juga disebut kerapu. Ikan-ikan yang termasuk ke dalam genus Plectropomus disebut sebagai kerapu karang (coralgrouper). Semua yang termasuk genus ini diklasifikasikan ke dalam subfamili Epiphelinae. Namun, beberapa jenis ikan hamlet (genus Alphestes), ikan hind (genus Cephalopholis), ikan lyretail (genus variola) dan beberapa genus kecil lainnya (Gonioplectrus, Niphon, Paranthias) juga termasuk ke dalam subfamili ini, dan beberapa spesies lainnya dalam genus Serranidae memiliki nama umum yang menggunakan kata “kerapu”. Akan tetapi, kata “kerapu” sendiri biasanya digunakan sebagai pengertian umum untuk ikan-ikan yang termasuk dalam subfamili Epinephelinae.

 

Kata “kerapu” berasal dari kata untuk ikan, yang mayoritas meyakini merupakan kata yang berasal dari bahasa Portugis, Garoupa. Asal usul nama ini sendiri dalam bahasa Portugis diyakini berasal dari bahasa asli Amerika Selatan.

 

Di Australia, nama “Groper” digunakan untuk menyebut kerapu untuk beberapa spesies, selain dengan “grouper”, seperti kerapu Queensland (Epinephelus lanceolatus). Di Filipina, ikan kerapu dikenal dengan nama ikan “lapu lapu” –untuk daerah Luzon, sementara di Visayas dan Mindanao ikan ini dinamakan dengan ikan “pugapo”. Di Selandia Baru, nama “Groper” mengacu pada jenis ikan “wreckfish”, Polyprion oxygeneios, oleh orang Maori dinamakan dengan “hāpuku”. Di Timur Tengah, ikan ini dikenal sebagai “hammour”, dan secara luas ikan ini dikenal sebagai ikan konsumsi, terutama di kawasan Teluk Persia.

 

Kerapu adalah ikan yang termasuk ke dalam golongan ikan teleostei, biasanya memiliki tubuh kekar dan mulut yang besar. Ikan kerapu tidak memiliki postur sebagai perenang cepat untuk jarak jauh. Kerapu bisa mencapai ukuran tubuh yang sangat besar. Kerapu dengan panjang lebih dari satu meter dan berat mencapai 100 kg adalah hal yang biasa ditemukan, meskipun untuk beberapa kelompok besar spesies sangat bervariasi. Ikan kerapu cenderung makan dengan menelan daripada menggigit mangsanya. Kerapu tidak memiliki banyak gigi pada rahangnya, tetapi memiliki piringan gigi yang berat untuk menghancurkan makanan di dalam pharynx. Kerapu umumnya memakan ikan, gurita, dan krustasea. Mereka cenderung berdiam di dasar untuk menunggu, daripada mengejar mangsanya di perairan terbuka. Berdasarkan catatan seorang pembuat film kehidupan laut, Graham Ferreira, setidaknya ada satu kejadian di Mozambik, di mana seorang manusia terbunuh oleh ikan kerapu.

 

Mulut dan insang ikan kerapu membentuk satu sistem penghisap yang kuat yang mampu menghisap mangsanya dari kejauhan. Kerapu menggunakan mulutnya untuk menggali pasir dasar perairan untuk membangun tempat perlindungan mereka di bawah karang-karang dan kemudian menyemburkannya keluar melalui insang. Otot-otot insangnya yang sangat kuat menjadikannya hampir tidak mungkin untuk menarik keluar ikan ini dari tempat perlindungan, jika mereka merasa diseran, dan memperpanjang otot-otot tersebut untuk mengunci diri mereka di dalam.

 

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kerapu jenis Plectropomus pessuliferus kadang-kadang bekerja sama dengan ikan moray raksasa dalam berburu.

 

Sebagian besar kerapu memijah di antara bulan Mei dan Agustus. Umumnya ikan kerapu bersifat hermafrodit protogeni monoandri, yaitu menjadi dewasa hanya sebagai betina dan akan berubah kelamin pada saat kerapu mencapai matang kelamin. Kerapu dapat mencapai pertumbuhan sekitar satu kilogram per tahun dan umumnya mencapai konidisi matang kelamin pada saat berukuran tiga kilogram. Kerapu jantan berukuran paling besar mengendalikan tiga sampai dengan lima belas kerapu betina sebagai pasangan memijahnya. Kerapu seringkali memijah secara berpasangan, yang mengakibatkan induk jantan berukuran besar bersaing dan mengalahkan induk jantan lebih kecil dalam berkembang biak. Sehingga bila kerapu betina berukuran kecil telah berubah kelamin menjadi jantan sebelum mampu mengendalikan pasangannya, maka kemampuannya sebagai pejantan akan rendah. Jika induk kerapu jantan yang memadai tidak tersedia, maka kerapu betina berukuran paling besar yang dapat meningkatkan kemampunnya dengan mengubah kelamin yang akan menggantikannya.

 

Beberapa ikan kerapu bersifat gonohoristik. Gonohorisme, atau strategi reproduksi dengan dua jenis kelamin yang berbeda, telah berkembang secara mandiri pada kerapu setidaknya sebanyak lima kali. Evolusi gonohorisme berrkaitan dengan kelompok kerapu yang memijah di rerimbunan penutup habitat. Kelompok pemijahan dan penutup habitat mampu meningkatkan kemungkinan kerapu jantan yang lebih kecil untuk bereproduksi di hadapan induk kerapu jantan berukuran besar. Kebugaran kerapu jantan dalam lingkungan di mana pengecualian kompetitif tidak memberikan peluang pada kerapu jantan lebih kecil, berkorelasi dengan produksi sperma dan ukuran testis. Kerapu dengan sifat gonochoristic memiliki ukuran testis lebih besar daripada ikan kerapu protogeni (10% berbanding 1% dari bobot tubuh), menunjukkan bahwa evolusi gonochorisme meningkatkan kebugaran kerapu jantan dalam lingkungan di mana kerapu jantan besar tidak bersaing dengan mengecualikan kerapu jantan berukuran lebih kecil untuk berkembang biak.

 

Sebagian besar ikan kerapu adalah ikan konsumsi yang cukup penting, dan beberapa dari jenis kerapu tersebut sekarang mulai dibudidayakan. Tidak seperti halnya dengan kebanyakan spesies ikan lainnya yang dipasarkan dalam kondisi dingin atau beku, ikan kerapu biasanya dijual langsung ke pasar dalam kondisi hidup. Banyak spesies kerapu yang populer dijadikan ikan laut pancingan. Beberapa spesies kerapu pada saat berukuran kecil dijadikan sebagai ikan hias di akuarium, meskipun beberapa species kerapu kecil cenderung akan tumbuh lebih cepat.

 

Satu surat kabar melaporkan bahwa kerapu seberat 180 kg tertangkap di lepas pantai perairan dekat Pulau Sembilan di Selat Malaka pada Selasa, 15 Januari 2008.

 

Koran Shenzhen melaporkan bahwa kerapu dengan panjang 1,8 meter telah menelan hiu karang Whitetip berukuran 1,0 meter di akuarium Fuzhou Sea World.

 

Pada bulan September 2010, surat kabar Kosta Rika telah melaporkan tertangkapnya kerapu berukuran 2,3 meter di Cieneguita, Limón. Ikan kerapu tersebut mempunyai bobot 250 kg dan ditangkap menggunakan pancing dengan satu kilogram umpan.

Kawin Silang Jenis Mas Koki Mata Normal

Ikan Hias – Kawin Silang Jenis Mas Koki Mata Normal dan Mas Koki Mata Teleskop – Hasil kawin silang mas koki bermata normal dengan mas koki mata teleskop yang murni akan menghasilkan keturunan pertama yang semuanya bermata normal. Hasil ini menunjukkan, bahwa gen (pembawa keturunan) mata normal lebih dominan dibanding gen mata teleskop.

Jika antar-sesama turunan (inbreeding) pertama (F1) dikawinkan kembali, akan dihasilkan anak-anak ikan mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan jumlah masing-masing tiga bagian untuk mata normal, dan sebagian untuk mata teleskop.

Setiap ras mas koki mempunyai kekuatan (dominasi) gen yang berbeda, karena itu hasil yang akan diperoleh pada keturunan kedua (F2) tidak akan selalu berbanding 3 dan 1. Karena hasil persilangan antara crusian carp dengan maskoki mata teleskop, pada perkawinan antar keturunan F2 menghasilkan anak-anak mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan 15 : 1.

Sedikitnya jumlah anak mas koki mata teleskop disebabkan karena pada crusian carp terdapat faktor penghambat timbulnya sifat mata teleskop. Adanya faktor penghambat itu dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pada contoh silangan pertama di atas, yaitu antara mas koki mata normal dengan maskoki mata teleskop diperoleh genotipe (individu yang mempunyai pembawa sifat/gen) masing-masing AA untuk mata normal dan aa untuk mata teleskop.

Gen A lebih dominan daripada a, maka turunan F1 akan mempunyai genotipe Aa. Karena mengandung gen A, maskoki F1 ini bermata normal.

Mas koki F2 akan memiliki genotipe AA (mata normal), Aa (mata normal) dan aa (mata teleskop). Masing-masing genotipe yang muncul mempunyai perbandingan jumlah 1 bagian untuk AA, 3 bagian untuk Aa, dan sebagian untuk aa.

Hasil Persilangan Crucian Carp

Ikan Hias – Hasil Persilangan Crucian Carp (Carassius carassius) dengan Mas Koki Mata Teleskop – Pada perkawinan antara crucian carp dengan mas koki mata teleskop, dihasilkan dua jenis gen , yaitu gen A yang bermata normal dan gen D yang menghambat mata teleskop.

 

Kedua gen itu dominan terdapat pada crucian carp (Carassius carassius). Dengan demikian gen-gen yang terdapat pada mas koki mata teleskop adalah gen a (yang mata teleskop) dan gen d (yang lebih lemah lagi).

 

Hasil turunan pertama (F1) antara crucian carp (Carassius carassius) dengan mas koki mata teleskop akan mata normal semua, sebab indivdu yang terjadi dari persilangan ini mempuyai genotipe AaDd.

 

Genotipe yang mengandung gen-gen A dan D akan mempunyai mata normal. Jika yang dipunyai hanya gen a dan d, mas koki akan bermata teleskop. Pada kasus seperti ini perbandingan antara mas koki mata normal dan mata teleskop adalah 15 : 1.

Menyerupai Ikan Mas, Bukan Ikan Mas

Menyerupai Ikan Mas, Bukan Ikan Mas, menggigit Testis nelayan Sampai tewas -Warga PapuaNugini dikagetkan dengan ikan yang hidup di sungai yang menggigit testis 2nelayan hingga tewas.Setelah dicari selama seminggu ternyata hewan tersebut adalah seekor ikan yang dikenal sebagai ikan pacu.

Seorang pemancing asalInggris,Jeremy Wade(53),mencari ikan tersebut selama seminggu di sungaiPapau Nugini.Wade mendapatkan informasi dari warga sekitar tentang tewasnya seorang nelayan muda setelah testisnya dimakan oleh seekor hewan sungai.

“Saya telah mendengar beberapa nelayan diPapuaNugini yang telah dikebiri oleh sesuatu di dalam air,”ujarWade seperti diberitakanDailymail,Kamis(29/ 12/ 2011).

Wade menceritakan,hingga kini dikabarkan telah 2orang nelayan diserang ikan itu hingga berdarah dan tewas.Wade menangkap ikan ini di sebuah sungai dan ikan ini seperti ikan mas besar yang memiliki otot.Saat ditangkap,ikan itu memiliki mulut seperti manusia dan memiliki gigi geraham.

“Mereka memiliki gigi geraham seperti manusia dan memiliki otot rahang yang kuat.Mereka bertubuh padat seperti ikan mas, dengan otot yang kuat,”jelasnya.

Ikan pacu biasanya ditemukan di Amazon,Brazil.Ikan ini menggunakan gigi mereka untuk memecahkan kacang-kacangan dan biji-bijian.Ikan ini diperkenalkan ke PapuaNugini 15tahun yang lalu.

Wade menggambarkan sungai di Papua Nugini yang disusurinya sebagai daerah yang panas dan kotor.Warga sekitar sering masuk ke sungai bersama anak2 mereka untuk mencuci.”Mereka sangat jelas khawatir tentang sesuatu yang berada di dalam air,”ujarnya.

Sumber: Detiknews.com

Cara Masak Belut Goreng Tepung

Resep Ikan – Cara Masak Belut Goreng Tepung – Memang masih belum banyak orang yang mau makan belut, mungkin mereka merasa jijik dengan melihat bentuknya. Akan tetapi, mereka belum mengetahui kalau di dalam tubuh belut itu terkandung gizi yang tinggi dan dipadu dengan rasa yang gurih dan lezat. Nah, bagi yang tidak merasa jijik atau bahkan sudah merasakan nikmatnya makan masakan yang berbahan dasar belut, ini saya berikan resep untuk anda cara memasak belut goreng tepung.

Bahan-Bahan:

  • 300 gram belut berukuran kecil, dipotong-potong 2 cm
  • 400 gram terigu
  • 150 gram tepung beras
  • 1 butir telur
  • Minyak goreng secukupnya
  • 300 ml air

Bumbu-Bumbu (dihaluskan):

  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 ruas jahe
  • 1/2 sdt ketumbar (dihaluskan)
  • 1 sdt bumbu penyedap
  • 2 lbr daun jeruk nipis, diiris halus (tanpa tulang)

Cara Memasak:

  • Siapkan mangkok besar untuk wadah adonan
  • Campurkan tepung terigu
  • Masukkan belut, bumbu yang dihaluskan dan daun jeruk ke dalam mangkok, kemudian diaduk rata
  • Goreng adonan belut hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan
  • Siap dihidangkan (lebih enak disantap dalam keadaan panas dengan sambal cocol, sambal saos, ataupun sambal kecap)